Agenda Kegiatan















03/10/2012 10:52:49 PM

Akper Depkes Langsa : Menata Masa Depan Lebih Cemerlang

Jakarta - Gedung bercat putih, dilengkapi taman di halaman depan, tampak asri bagi siapa saja yang memandangnya. sementara di halaman tengah, lapangan luas terhampar dengan rumput hijau tertata rapi dengan pepohonan rindang disekelilingnya. Di tempat inilah mahasiswa bersenda gurau dan berteduh dikala panas. Ditempat ini pula Direktur, Staf dan Mahasiswa melakukan apel bendera, ketika situasi kurang menguntungkan. Sebuah tempat yang relatif aman karena tertutup oleh bangunan gedung sekolah. Disinilah SPK Depkes Langsa didirikan. Kini SPK tersebut telah dikonversi menjadi Akper Depkes Langsa.

Sejarah Institusi
Berawal dari besarnya tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu, Dr. T. Hanafiah; Kepala Dinas Kesehatan Daerah Tingkat II Kabupaten Aceh Timur beserta staf berinisiatif mendirikan SPK di Langsa. Keinginan tersebut ditindaklanjuti dengan penyusunan proposal. Drs. Zainudin Mard, Bupati Tingkat II Aceh Timur sangat mendukung pendirian SPK tersebut. Pendek kata, dukungan dari berbagai pihak mengalir termasuk dari DPRD. Sehingga pada tahun anggaran 1982/1983 mendapat dukungan dana melalui APBD. Setelah melalui jalan panjang birokrasi akhirnya keluar Surat Keputusan No.67/kep/Diklatkes/1982 tanggal 13 Juli 1982 tentang pemberi izin sementara yang ditanda tangani oleh Dr. H. Mohammad Isa. Berbekal SK tersebut, pada tahun ajaran 1982/1983 menerima siswa angkatan pertama. Dari 415 pendaftar diterima 40 orang (satu kelas) sesuai dengan alokasi yang ditentukan. Selanutnya pada tahun tersebut juga ditetapkan guru/pembimbing tetap maupin tidak tetap. Proses belajar mengajar dimulai tanggal 26 Agustus 1982 yang dibimbing oleh 4 guru tetap yaitu : H.Achmad Anwar; Mardayetti,BSc; Darwati Koto dan Nasrulsyah, BA

Pada awal berdirinya sampai Oktober 1990, status kepemilikan adalah milik Pemda Tk. II Aceh Timur, dan berlokasi di komplek RSU Langsa Jl. Jend. Ahmad Yani No. 1 Langsa. Biaya Rutin penyelenggaraan Pendidikan dibebankan kepada APBD Pemda Tk. II Aceh Timur dan bantuan orangtua murid melalui uang pembangunan setiap awal tahun daniuran bulanan BP3.

Sejak diterbitkannya SK Menkes No.439/Menkes/SK/IX/1990 tanggal 17 September 1990, status institusi hingga sekarang. Biaya rutin penyelenggara pendidikan dibebankan pada Depkes melalui APBN setiap tahun dan bantuan orangtua/wali murid. Kini, melului SK Menkes SPK Depkes Langsa telah dikonversi menjadi Akper Depkes Langsa. Ibarat pengantin, perlu ucapan selamat hidup baru. Sekalipun masih banyak "dosen rasa guru".

Sarana
Pelan tapi pasti, pengembangan saranan pendidikan SPK Langsa makin menunjukkan kamajuannya. Ketika didirikan, tempat penyelenggaraan pendidikan di RSU Langsa. Sejak 21 Desember 1984 SPK menempati gedung baru di desa Paya Bujok Bueramo Kecamatan Langsa Barat. Saat ini SPK telah mempunyai sarana pendidikan berupa : ruang belajar asrama putra dan putri, musollah, laboratorium praktek, perpustakaan, lab komputer, kantor guru, rumah dinas guru, gudang garasi, dapur dan ruang makan. Semua ruang tersebut sudah berada dalam pagar tembok yang permanen. Sedangkan upaya peningkatan pengadaan fasilitas pendidikan dilakukan secara bertahap melalui dana APBN dan bantuan-bantuan BP-3.

Sumber Daya Manusia
Menyadari pentingnya peran SDM dalam mendukung profesionalisme proses belajar mengajar, maka Abul sebagai Direktur menjadikan peningkatan SDM sebagai program utama. Wajar jika Abul memberikan dorongan kepada seluruh dosen tetapnya untuk meningkatkan pendidikannya. Terbukti hampir seluruh dosennnya berpendidikan S1. Ada yang melanjutkan pendidikan ke FKIP, PSIK Badung, Aceh maupun FKM USU.

Dalam proses peningkatan SDM tidak semua memperoleh pandangan dari pemerintah, tetapi ada yang biaya sendiri. Hal ini disebabkan keterbatasan dana pemerintah. Sekalipun demikian bagi yang tidak mendapat dana pemerintah tidak surut nilanya untuk melanjutkan pendidikan. Bagi Abul yang penting semua dosen diberi kesempatan untuk maju, sekalipun menggunakan dana sendiri.

Menurutnya, biaya sendiri jauh lebih baik dari pada hilang kesempatan untuk maju, sekalipun menggunakan dana sendiri. Menurutnya, biaya sendiri jauh lebih baik dari pada hilang kesempatan. Uang dapat dicari kesempatan tidak akan pernah terulang, begitu Abul berdiplomasi. Zuchrah Hasan, SKM adalah salah satu contoh yang melanjutkan pendidikan dengan biaya sendiri.

Masa Depan Cemerlang
Bukan suatu hal yang mustahil, ketika SDM unggul berada disuatu institusi, maka insitusi tersebut memiliki masa depan yang cemerlang. Menurut Abul, tahun ini seluruh tenaga pengajar yang tugas belajar maupun ijin belajar telah selesai pendidikan adalah pendayagunaan SDM tersebut untuk mendukung tercapainya lulusan Akper yang berkualitas, yaitu lulusan yang siap pakai di dalam negeri maupun di luar negeri. Apabila hal ini tercapai tidak menutup kemungkinan terjadinya peingkatan jumlah pendaftar pada setiap tahun ajaran baru. Hal ini merupakan salah satu modal meyongsong otonomi pendidikan. Dimasa yang akan datang, institusi menekan pada aspek pemerintahan ataupun swasta . Bila tidak menekan pada aspek kualitas/profesionalisme, cepat atau lambat akan ditinggalkan oleh konsumen. Dimasa mendatang kualitas yang dibutuhkan bukan sekedar pengakuan, tapi bukti. Kini Akper Depkes Langsa telah memiliki bukti, minimal SDM yang mumpuni. Sekarang tinggal bagaimana mendayagunakan SDM yang ada itu. Rasanya mendayagunakan jauh lebih mudah dibandingkan dengan meningkatkannya, sekalipun tak semudah membalikkan telapak tangan. Berdasarkan pengalaman Abul, untuk mewujudkan masa depan yang lebih cemerlang merupakan suatu hal yang sangat mungkin. Alasannya penataan panjang telah terlampaui. Sekarang ibarat pohon yang berbuah hanya menunggu waktu panen. (pusdiknakes.or.id)

HUBUNGI

  • Jl. Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru Jakarta Selatan - 12120
  • (021) 726 0401
  • (021) 726 0485